CALON WALIKOTA
SOLO, ANUNG INDRO SUSANTO BERSAMA PENGURUS BAGKS
Keberagaman sebuah
keniscayaan yang mutlak terjadi dalam kehidupan. Penyikapan keberagaman
pemangku kepentingan juga diperlukan dengan cara tidak membeda-bedakan dalam
mengelola masyarakat. Hal tersebut disampaikan Calon Wali Kota (Cawali) Solo
Anung Indro Susanto, saat bertemu dengan jajaran pengurus Badan Antargereja
Kristen Solo (BAGKS) beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut
digelar sekitar dua jam. Anung didampingi Sekretaris Tim Pemenangan
Anung-Fajri(AFi), Supriyanto. Dia menegaskan bahwa pemerintah dalam hal ini
walikota adalah milik semua golongan tanpa membeda-bedakan.
”Saya membuka diri
kepada semuanya. Perbedaan itu sebuah keniscayaan, ada yang hitam ada yang putih,
tidak seharusnya terpisah gara-gara hal itu. Kami merangkul seluruh keberagaman
ini,” kata Anung, di hadapan belasan perwakilan Gereja Kristen di Solo.
Selain merangkul
seluruh keberagaman, cawali yang diusung Koalisi Solo Bersama (KSB) tersebut
juga melakukan usaha untuk mempersatukan seluruh elemen yang hingga kini masih
bergerak sendiri-sendiri dengan keyakinan masing-masing.
”Setiap golongan
menciptakan tabir sendiri untuk golongan yang lain, sehingga di Solo itu
terlalu banyak tabir. Hal ini yang dapat menghambat pembangunan, baik fisik
maupun rohani masyarakat. Kami berusaha mengakomodasi seluruh pihak agar dapat
membuka tabir demi membangun Kota Solo bersama-sama,” terangnya.
Menanggapi
keinginan Anung tersebut, Ketua Umum BAGKS Pendeta Anton Karundeng memandang
pemimpin dalam pemerintahan itu telah ditetapkan dari Tuhan. Sehingga seluruh
aktivitasnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Sebagai lembaga
keagamaan yang menaungi 149 gereja Kristen dengan 52 denominasi, BAGKS telah
berupaya merangkul seluruh pihak dengan caranya sendiri.
”Kami pernah
menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk gereja-gereja, kebetulan
anggaran sedikit kurang. Tapi tidak disangka ada pihak lain yang mau membantu,
bahkan diketahui yang membantu adalah laskar dari umat Islam,” kata Anton.
Bentuk kerja sama
itulah yang ke depannya diharapkan dapat berkelanjutan. Karena dengan
sinergisitas tersebut, pembangunan Kota Solo dapat berjalan dengan baik. Ia pun
menilai selama ini perhatian pemerintah kota masih terjadi diskriminasi
terhadap beberapa gelintir kelompok. Bahkan demi kepentingan pihak tertentu,
pemerintah sengaja berlaku tak adil.
”Lembaga kami ini
lembaga resmi yang menaungi gereja Kristen di Solo. Tapi karena kepentingan
politik, muncul lembaga lain yang mengatasnamakan Kristen. Ini kami pandang
menjadi tidak baik,” katanya. Pihak BAGKS pun berharap wali kota yang terpilih
ke depan dapat merangkul seluruh kepentingan tanpa membeda-bedakan. (irw/un)
Sumber:
radarsolo.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar