Kamis, 19 November 2015

CALON WALIKOTA ANUNG RANGKUL KEBERAGAMAN DI KOTA SOLO





CALON WALIKOTA SOLO, ANUNG INDRO SUSANTO BERSAMA PENGURUS BAGKS

Keberagaman sebuah keniscayaan yang mutlak terjadi dalam kehidupan. Penyikapan keberagaman pemangku kepentingan juga diperlukan dengan cara tidak membeda-bedakan dalam mengelola masyarakat. Hal tersebut disampaikan Calon Wali Kota (Cawali) Solo Anung Indro Susanto, saat bertemu dengan jajaran pengurus Badan Antargereja Kristen Solo (BAGKS) beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut digelar sekitar dua jam. Anung didampingi Sekretaris Tim Pemenangan Anung-Fajri(AFi), Supriyanto. Dia menegaskan bahwa pemerintah dalam hal ini walikota adalah milik semua golongan tanpa membeda-bedakan.

”Saya membuka diri kepada semuanya. Perbedaan itu sebuah keniscayaan, ada yang hitam ada yang putih, tidak seharusnya terpisah gara-gara hal itu. Kami merangkul seluruh keberagaman ini,” kata Anung, di hadapan belasan perwakilan Gereja Kristen di Solo.

Selain merangkul seluruh keberagaman, cawali yang diusung Koalisi Solo Bersama (KSB) tersebut juga melakukan usaha untuk mempersatukan seluruh elemen yang hingga kini masih bergerak sendiri-sendiri dengan keyakinan masing-masing.

”Setiap golongan menciptakan tabir sendiri untuk golongan yang lain, sehingga di Solo itu terlalu banyak tabir. Hal ini yang dapat menghambat pembangunan, baik fisik maupun rohani masyarakat. Kami berusaha mengakomodasi seluruh pihak agar dapat membuka tabir demi membangun Kota Solo bersama-sama,” terangnya.

Menanggapi keinginan Anung tersebut, Ketua Umum BAGKS Pendeta Anton Karundeng memandang pemimpin dalam pemerintahan itu telah ditetapkan dari Tuhan. Sehingga seluruh aktivitasnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Sebagai lembaga keagamaan yang menaungi 149 gereja Kristen dengan 52 denominasi, BAGKS telah berupaya merangkul seluruh pihak dengan caranya sendiri.

”Kami pernah menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk gereja-gereja, kebetulan anggaran sedikit kurang. Tapi tidak disangka ada pihak lain yang mau membantu, bahkan diketahui yang membantu adalah laskar dari umat Islam,” kata Anton.

Bentuk kerja sama itulah yang ke depannya diharapkan dapat berkelanjutan. Karena dengan sinergisitas tersebut, pembangunan Kota Solo dapat berjalan dengan baik. Ia pun menilai selama ini perhatian pemerintah kota masih terjadi diskriminasi terhadap beberapa gelintir kelompok. Bahkan demi kepentingan pihak tertentu, pemerintah sengaja berlaku tak adil.

”Lembaga kami ini lembaga resmi yang menaungi gereja Kristen di Solo. Tapi karena kepentingan politik, muncul lembaga lain yang mengatasnamakan Kristen. Ini kami pandang menjadi tidak baik,” katanya. Pihak BAGKS pun berharap wali kota yang terpilih ke depan dapat merangkul seluruh kepentingan tanpa membeda-bedakan. (irw/un)

Sumber: radarsolo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar